Tampilkan postingan dengan label Tata Boga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Boga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

Table Manners

Table Manners....
Ternyata makan itu ada aturannya ya....Ada istilah table manners yang mempelajari tentang etiket makan.
Table manners atau sering dikenal dengan istilah etiket makan, merupakan aturan atau tata karma yang dibuat oleh orang untuk mengatur pergaulan dalam masyarakat, khususnya dalam aturan makan.
 Pengetahuan tentang Table manners atau etiket makan sangat diperlukan oleh setiap orang, karena tidak setiap orang mempunyai aturan yang sama saat di meja makan. Hal ini dikarenakan perbedaan adat dan kebudayaan dari setiap orang. Hal lainnya yaitu, karena Indonesia merupakan negaran kepulauan yang memiliki beragam suku, sehingga aturan atau etiket makan dari setiap suku daerah akan berbeda.
Etiket makan yang berlaku standar di pakai pada acara jamuan makan ataupun saat menghadiri undangan makan di restoran, adalah etiket makan yang berkembang di negara-negara Eropa. Table manners sudah dikenal sejak zaman dahulu terutama berkembang di istana kerajaan. Di Negara Eropa, kerajaan Perancis yang dipimpin oleh raja Louis XIV, merupakan kerajaan yang sangat terkenal dan sering mengadakan jamuan makan baik bagi dirinya sendiri maupun untuk menghormati orang-orang berpangkat. Sejak itulah table manners berkembang sampai saat ini dan berkembang juga di Negara Indonesia.
TABLE MANNERS DI MEJA MAKAN KELUARGA
Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama dalam kehidupan seseorang, karena disinilah tempat pertama kali seseorang mendapatkan pengalaman hidupnya, termasuk pengalaman dalam hal makan. Setiap keluarga memiliki aturan atau sopan santun di meja makan. Untuk mulai menanamkan sopan santun di meja makan, ada baiknya di pelajari di keluarga, sehingga apabila seseorang telah terbiasa untuk menerapkan sopan santun atau etiket makan yang benar di keluarganya, maka dia akan menerapkannya pada pergaulan dilingkungan sekitarnya.
Makan bersama keluarga biasanya dilakukan pada saat sarapan atau pada saat makan malam. Karena pada siang hari biasanya anggota keluarga memiliki kesibukan masing-masing. Adapun inti sopan santun di meja makan ketika melakukan sarapan bersama keluarga adalah :
1. Tidak perlu berdandan berlebihan, namunnsebaiknya dating ke meja makan dalam keadaan telah mandi dan bercukur, bersisir, dan berpakaian bersih.
2. Mengucapkan “selamat pagi” dengan wajah ramah.
3. Menanti sampai seluruh anggota keluarga berkumpul. Bersama-sama mengambil tempat duduk.
4. Serbet diletakkan di atas pangkuan.
5. Duduklah dengan sikap duduk yang benar.
6. Gunakan peralatan makan dengan benar.
7. Jangan berdiri selama sarapan. Bila terpaksa berdiri, berikan penjelasan.
8. Sumua harus ikut ambil bagian dalam menciptakan suasana menyenangkan.
9. Bersikap penuh tenggang rasa terhadap anggota keluarga yang lain.
10. Yang lebih tua membantu yang lebih muda.
11. Setiap anggota keluarga diberi kesempatan untuk berbicara.
12. Pergunakan bahasa sopan antara anggota keluarga.
13. Mengucapkan kata-kata “terima kasih”. “silahkan”, dan “maaf”, merupakan suatau keharusan dalam pergaulan sehari-hari.
14. Pilihlah topik pembicaraan yang diminati seluruh anggota keluarga.
15. Teguran diberikan tanpa merusak suasana keakraban.
16. Hindari pertengkaran dan percekcokan.
17. Hidangan di tawarkan ke orang di sisi kita setelah mengambil sendiri porsi yangh diinginkan.
18. Makanan di atas piring harus di habiskan.
19. Hindari bicara dengan mulut penuh makanan.
20. Hindari menyela pembicaraan orang.
21. Persoalan berat sebaiknya tidak diutarakan ketika makan,melainkan kelak di bawah empat mata.
22. Biasakanlah mengisi piring dengan porsi kecil. Karena lebih baik menambah lagi daripada tidak menghabiskan isi piring.
23. Usahakan tidak membuat noda.
24. Jangan memotong telur setengah matang terlalu rendah, untuk mencegah mengalirnya kuning telur keluar.
25. Kupas dan belah dua telur yang dimasak matang.
26. Bila menginginkan tambahan minuman, sodorkan cangkir lengkap dengan tatakanya.
27. Jangan hanya mengambil makanan yang terbaik dan segar, sekali-kali mengalah dan mengambil roti sisa kemarin.
28. Seusai makan, berdiri bersama-sama atau berdiri sendiri dengan meminta izin terlebih dahulu.
29. Sebelum meninggalkan meja dianjurkan diskusikan lebih dulu rencana kegiatan bersama atau sendiri-sendiri.
30. Kursi dikembalikan ketempat semula.
31. Biasakan membawa piring sendiri ke dapur.
32. Bagi orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua, member contoh yang baik pada  anggota lain yang lebih muda adalah metode pendidikan paling baik .
  Lanjut ke table manners jamuan makan internasional...


Senin, 05 Mei 2014

Hidangan Penutup (Dessert)



Pengertian Hidangan Penutup (Dessert)
Hidangan penutup (desser)t adalah hidangan yang disajikan setelah hidangan utama (main course) sebagai hidangan penutup atau biasa disebut dengan istilah pencuci mulut. Dessert biasanya mempunyai rasa manis dan menyegarkan, terkadang ada yang berasa asin
atau kombinasinya. Fungsi dessert dalam giliran hidangan (courses) adalah sebagai hidangan yang menyegarkan setelah menyantap hidangan utama (main course) yang terkadang mempunyai aroma atau rasa

Hidangan Utama (Main Course)


Main Course adalah hidangan pokok dari suatu susunan menu lengkap yang dihidangkan pada waktu lunch atau dinner, ukuran porsinya lebih besar dari Appetizer. Main Course bisa juga disebut Main dish atau Groce piece.

Komposisi Main Course: Komposisi pada Main Course untuk bahan hewani seperti daging adalah 175-225 gram, untuk sayuran adalah 75 gram, dan untuk garniture adalah 75 gram.
Bahan makanan yang digunakan untuk Main Course: Bahan makanan untuk Main Course adalah bahan yang berasal dari bahan hewani, seperti daging, unggas (ayam, bebek, kalkun), ikan (kakap, tuna, tenggiri), seafood (kerang, cumi-cumi, udang, lobster, kepiting.
 Sayurannya bisa brokoli, wortel, buncis, asparagus, bunga kol, sedangkan untuk garniture atau bahan makanan yang mengandung pati biasanya adalah kentang.
Bahan makanan untuk Main Course yang berasal dari Ayam :
Ayam merupakan salah satu bahan makanan hewani yang mengandung protein. Ayam yang diolah untuk masakan kontinental adalah jenis ayam pedaging, karena memiliki daging yang lembut dengan kualitas yang baik.
Kualitas Ayam yang Baik :
* Karkas ayam mempunyai daging yang lebih baik dari daging lainnya
* Karkas ayam utuh * Bagian paha tampak berisi dan tidak keras
 * Tekstur daging lembut dan berserat halus
* Tidak berbau.
Bahan pelengkap Main Course seperti Garniture dan Sayuran :
- Garniture : terdiri dari bahan makanan yang mengandung pati seperti kentang. Kentang bisa dibuat dengan bermacam metode memasak, misalnya kentang yang dibakar (Baked Jacket Potatoes), kentang yang digoreng (Chips Potatoes), kentang yang dipanggang dan dibentuk menyerupai kerucut (William Potatoes). Kentang juga dapat diganti dengan pasta seperti di Negara Italia yaitu Spaghetti atau bentuk pasta lain seperti lasagne dan maccaroni.
- Sayuran : sayuran yang biasa digunakan dalam Main Course adalah buncis, wortel, asparagus, brokoli, kacang polong, kapri, adas, bayam, tomat, bawang bombay, dll.
Macam-macam potongan sayuran :
 * Jardiniere/bentonete : berbentuk balok dengan ukuran 3x1x1 cm.
* Brunoise : berbentuk kubus kecil dengan ukuran 1x1x1 mm.
* Macedoine : berbentuk kubus kecil dengan ukuran 1x1x1 cm.
* Chopped : cincang kasar/halus.

Rabu, 30 April 2014

Hidangan Pembuka Panas (Hot Appetizer)

Risolles
              Hidangan Pembuka panas adalah hidangan pembuka dalam bentuk kecil biasanya dengan rasa gurih dan asin yang berfungsi untuk merangsang nafsu makan, tidak mengenyangkan, dibuat dan disajikan menarik, dengan kombinasi rasa dan warna, cocok
dihidangkan dalam keadaan hangat/panas. Hidangan Pembuka panas (Hot Appetizer) dihidangkan dengan temperatur 50°C - 60°C. Jenis hidangan pembuka panas (Hot Appetizer) yaitu antara lain : Fritture, resolles, cheese soufle, croquette, quiche lorraine.
a. CHEESE & FISH FRITTERS
Cheese and fish fritters merupakan hidangan yang terbuat dari fillet ikan yaitu potongan bagian daging ikan, yang dipotong pada kedua sisi ikan yang mengapit tulang belakang. Keju dipotong dengan bentuk jardiniere sebesar 2 cm, untuk keju beratnya ±20 gr sedangkan untukikan beratnya ±30 gr kemudian digoreng dengan menggunakan metode deep frying. Ikan yang sudah dipotong jardiniere tersebut sebelum digoreng terlebih dahulu dimarinate dengan garam, merica, lime juice, Worcestershire sauce. Ikan dan keju sebelum digoreng dicelupkan dulu pada frying butter. Cheese and fish fritters dihidangkan dengan dilengkapi tomato sauce atau tartare sauce dan remoulade sauce.
b. RISSOLES
Risolles adalah hidangan pembuka panas yang terdiri dari kulit yaitu hasil adonan pancake yang diberi isian rogout yaitu adonan sayuran dan daging yang kemudian dikentalkan dengan terigu (roux). Setelah kulit diisi dengan rougut proses selanjutnya adalah pemarniran dengan tepung roti dan telur yang dikocok lalu digoreng dengan metode deep fraying.


Kroket
c. CROQUETTES
Croquettes ini adalah hidangan pembuka panas yang terdiri dari sumber karbohidrat yaitu zat pati sebagai bagian utama dan sumber protein hewani sebagai isi, untuk isian bisa ditambahkan sayuran sebagai isian dan diberi bumbu sebagai perasa. Croquettes ini terdiri dari dua jenis, yaitu :
1. Pure Potatoes
Croquettes jenis ini adalah Croquettes yang terbuat dari kentang yang dihaluskan terlebih dahulu lalu diberi isian berupa daging cincang yang dibumbui atau ditambahkan sayuran. Setelah adonan dibentuk dan diberi isian lalu dipanir dengan menggunakan telur dan tepung roti lalu digoreng menggunakan metode deep frying.
2. Adonan Roux
Kroket jenis ini adalah jenis kroket dengan bahan utama tepung terigu sebagai pembentuk adonan, terigu ini akan menghasilkan texture roux. Bahan isian (daging atau sayuran) setelah selesai disaute dibumbui lalu ditambahkan terigu dan dicairkan hingga mengental kembali dengan menggunakan kaldu atau susu. Penyelesaian sama dengan pembuatan kroket metode pure kentang. Untuk metode roux ini dikenal pula sebutan untuk kroket jenis ini adalah bitter ballen hanya saja dibentuk bulat untuk bitter ballen.
Kriteria Croquettes :
  • Memiliki textur yang halus
  • Memiliki rasa yang cukup gurih
  • Warna hasil penggorengan coklat  keemasan dan merata.
  • Pemaniran rata dan tidak terlalu tebal
  • Tidak pecah saat digoreng

Hidangan Pembuka (Appetizer)



Hidangan pembuka atau dalam bahasa inggris disebut appetizer dan dalam bahasa Perancis dikenal dengan istilah Hor’s D’oeuver.  Appetizer atau hidangan pembuka di sajikan dengan porsi kecil / satu atau dua gigitan (bit size). Hidangan pembuka appetizer berfungsi merangsang nafsu makan dan disajikan sebagai hidangan pertama sebelum menikmati hidangan yang lainnya.

Jenis-jenis hidangan pembuka : Hidangan pembuka dingin (Cold Appetizer) dan panas (Hot Appetizer)
a. Hidangan pembuka dingin (Cold Appetizer)
Merupakan hidangan pembuka dalam bentuk kecil yang berfungsi untuk  merangsang nafsu makan, tidak mengenyangkan  (ringan dan lezat) serta tidak berbumbu terlalu tajam, dibuat dan disajikan menarik, kombinasi rasa dan warna cocok serta dihidangkan dalam keadaan dingin. Hidangan pembuka dingin dihidangkan dengan temperatur 10 °C –15 °C.  Jenis hidangan pembuka dingin antara lain : salad, canape, aspic, Gelatin,balottien.
Salad
Pada awalnya salad sering diartikan sebagai makanan yang terdiri dari sayur-sayuran atau daun-daunan hijau yang segar (crispy leaf vegetables) dalam perkembangannya pengertian ini tidak sepenuhnya benar,karena banyak bahan makanan lain yang ditambahkan pada sayur-sayuran tadi sehingga lahirlah salad yang beranekaragam. Pada akhirnya salad dapat diartikan sebagai suatu makanan yang merupakan campuran dari sayuran hijau segar,buah,daging,salad dan ikan yang dihidangkan bersama dressing atau hanya terdiri dari buah segar dan juice.
Komposisi Salad terdiri dari :

  • A base of salad/ underliner 
  • A body of salad
  • Dressing (cold sauce) 
  • Garnish

Kualitas salad : 
- Susunan bahan-bahan (texture)


Salad yang terbuat dari bahan-bahan segar harus betul-betul tampak segar.
·         - Keadaan campuran bahan (consistency)
Bahan utama yang dicampur dengan dressing harus mempunyai campuran yang tepat, tidak terlalu sediki tidak terlalu banyak
·        -  Rasa
Salad yang baik harus mempunyai rasa seimbang dan harmonis antara body  dan dressing.
·        -  Penampilan/Appearance
Penampilan salad tidak hanya tergantung pada komposisi bahan dan warna
Fungsi Salad dalam menu :
Salad dapat berfungsi sebagai hidangan :
·         -Appetizer/Hors d'oeuvre dengan porsi antara 40-50 gram
·         -Accompaniment/Side dish dengan porsi antara 40-50 gram
·         -Main dish/Main course dengan porsi antara 80 –125 gram
·        - Dessert dengan porsi 80 -100 gram

Canape
Canape adalah open sandwich yang dipotong kecil-kecil. Canape dipotong dalam ukuran kira-kira 3 atau 4 cm sama sisi (square)  ukuran ini disesuaikan dengan ukuran mulut. Karena canape dihidangkan terbuka maka canape dapat digarnish dan diatur lebih menarik diatas piring maupun plater. Nama canape juga disesuaikan dengan nama filling atau makanan yang diatur diatas bread.
Canape ialah salah satu jenis open face sandwich yang termasuk makanan pembuka dingin, dengan ukuran dan bentuk kecil yang menarik dan dikenal dengan bite size atau ukuran satu kali suap atau gigit.
Canape dapat dibuat juga kombinasi isi dan bentuk sesuai selera. Roti yang telah dibentuk atau biskuit sebagai dasar canape dapat diisi dari kombinasi hasil belah daging, basil olah susu, serta sayuran. Pembuatan canape sangat bervariasi, hasilnya akan baik jika imajinasi dan kreativitas pembuatnya cukup tinggi. Misalnya: Shrimp canape, egg canape, asparagus canape.
Contoh hidangan Canape
(bersambung ke hot appetizer yaaa...!)